x

Menanti Keajaiban Bali Utara: Turyapada Tower, Ikon Wisata Baru yang Wajib Dikunjungi

4 minutes reading
Saturday, 21 Mar 2026 02:11 0 120 Bli Ngurah

Bali memang tidak pernah kehabisan pesona. Selama ini, kawasan selatan seperti Seminyak, Canggu, dan Nusa Dua mendominasi peta wisata. Namun, tahun 2026 menjadi saksi bisu dimulainya babak baru pariwisata Pulau Dewata. Pusat perhatian kini mulai bergeser ke utara, tepatnya di Kabupaten Buleleng, dengan hadirnya sebuah mega-proyek yang disiapkan menjadi ikon baru: Turyapada Tower.

Bukan sekadar menara biasa, Turyapada Tower dirancang sebagai destinasi wisata modern berkelas dunia yang mengusung konsep perpaduan teknologi, edukasi, dan kelestarian alam. Jika Anda mencari pengalaman liburan yang berbeda dari hiruk pikuk Kuta atau Seminyak, inilah alasan mengapa Bali Utara, khususnya Turyapada Tower, harus masuk dalam daftar perjalanan Anda.

Megahnya Turyapada Tower: “Menara Eiffel”-nya Bali

Terletak di Desa Amerta Sari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Turyapada Tower berdiri kokoh di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut . Dengan ketinggian lebih dari 200 meter, menara multifungsi ini tidak hanya berperan sebagai pusat penyiaran televisi yang memperkuat sinyal di seluruh Bali, tetapi juga dirancang sebagai ikon wisata yang menawarkan pengalaman tak terlupakan .

Gubernur Bali, Wayan Koster, bahkan menargetkan kawasan ini tidak kalah dari menara-menara terkenal dunia seperti Eiffel di Paris, Tokyo Tower, atau Macau Tower . Proyek yang menelan anggaran hingga Rp 270 miliar untuk tahap kedua ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dan mulai beroperasi penuh pada akhir tahun yang sama .

Pesona Utama: Gondola dengan Pemandangan Danau Kembar

Salah satu daya tarik utama yang paling dinantikan adalah jalur gondola sepanjang 1,1 kilometer. Gondola ini akan menghubungkan area menara dengan kawasan alam di bawahnya, menyuguhkan panorama alam khas Bali Utara yang memukau dari ketinggian .

Bayangkan diri Anda melayang di atas hamparan perbukitan hijau, hutan tropis, hingga terbentang luasnya tiga danau kembar ikonik: Danau Buyan, Danau Tamblingan, dan Danau Beratan, yang terlihat seperti permata dari kejauhan . Pengalaman ini dijamin akan menjadi sajian visual yang sulit ditemukan di destinasi wisata lain di Indonesia.

Lebih dari Sekadar Pemandangan: Fasilitas Lengkap untuk Healing

Turyapada Tower dibangun dengan visi sebagai destinasi healing bagi wisatawan yang ingin melepas penat . Kawasan ini dirancang sebagai kawasan terpadu yang nyaman untuk dikunjungi keluarga maupun solo traveler. Selain menara utama dan gondola, fasilitas yang tersedia meliputi:

Taman Wisata dan Area Camping: Bagi pencinta alam, tersedia area berkemah yang tertata rapi, memungkinkan Anda menikmati udara sejuk pegunungan dan langit malam yang cerah .
Ruang Komunal dan Sentra UMKM: Pengunjung dapat bersantai di ruang terbuka sambil menikmati kuliner lokal yang dijual di sentra UMKM, memberdayakan ekonomi kreatif masyarakat setempat .
Restoran dan Fasilitas MICE: Tersedia restoran dengan pemandangan spektakuler serta Ruang Konferensi dan Ballroom yang siap menunjang kegiatan berskala nasional maupun internasional .
Menjaga Harmoni Alam dan Budaya

Yang membedakan proyek ini dari pembangunan wisata lainnya adalah komitmennya terhadap kelestarian alam. Pemerintah Provinsi Bali memastikan kawasan hijau di sekitar tower tetap terjaga. Pohon-pohon eksisting dipertahankan sebagai bagian dari lanskap alami, dan taman dipercantik dengan tanaman lokal khas Bali Utara .

Hal ini sejalan dengan filosofi pembangunan Bali berbasis Sad Kerthi ( enam sumber kehidupan ) yang digagas Gubernur Koster, meliputi perlindungan terhadap laut (Segara Kerthi), danau (Danu Kerthi), dan hutan (Wana Kerthi) .

Rencana Kunjungan: Akses dan Tips

Turyapada Tower diharapkan menjadi gerbang utama untuk mengeksplorasi keindahan Bali Utara lebih jauh. Untuk meningkatkan aksesibilitas, pemerintah membangun jalan lingkar baru dan menyiapkan sistem transportasi ramah lingkungan. Wisatawan yang datang dengan bus akan diparkir di area khusus, lalu diantar dengan kendaraan listrik kecil menuju terminal gondola .

Dengan operasional yang dimulai pada akhir 2026, inilah waktu yang tepat untuk mulai merencanakan liburan ke Buleleng. Nikmati kesejukan udara pegunungan, saksikan matahari terbit di atas tiga danau, dan rasakan pengalaman wisata modern yang tetap berpijak pada kearifan lokal.

Bali Utara sudah siap menyambut era baru pariwisata. Jangan sampai ketinggalan untuk menjadi salah satu yang pertama menginjakkan kaki di ikon wisata terbaru Indonesia ini.

Bli Ngurah

Hanya Hobi menulis menyalurkan hayalan hayalan yang terbenam di benak ini, terima kasih sudah membaca, mohon maaf jika ada salah penulisan kata kata

LAINNYA
x
Need Help?