SHARE

Wisata Hutan mangrove di Nusa Penida menarik banyak wisatawan. Nusa Penida memiliki banyak atraksi wisata yang terpisah dari dunia, baik wisata bawah laut dan wisata spiritualnya. Antara Desa Jungutbatu dan Desa Nusa Lembongan, ada membentang hutan mangrove yang banyak wisatawan lokal dan asing yang ingin mengeksplorasi. Penduduk setempat Nusa Penida menawarkan paket tur ke pengunjung yang ingin menjelajahi hutan mangrove dengan memakai perahu kecil. perahu kecil melalui hutan yang unik ini menjadikan hutan magrove ini tujuan wisata yang menarik bagi pengunjung lokal dan asing. 

Para wisatawan akan menelusuri hutan magrove melalui perairan dangkal selat badung. Wisatawan akan diajak menaiki perahu kecil berukuran 4 meter yang di kayuh dengan menggunakan sebatang bambu.Setelah lepas dari bibir pantai anda dapat melihat langsung jajaran rumput laut yang di kelola oleh penduduk setempat. Air yang jernih membuat rumput laut kelihat jelas. Jika nasib anda baik, anda akan melihat langsung petani rumput laut sedang memanen atau menanam rumput laut dari atas perahu yang anda tumpangi. 

Tak berselang lama, anda akan segera memasuki hutan magrove atau hutan bakau. Tinngi tanaman bakau sekitar 6 meter. Semakin memasuki hutan bakau suasana sunyi akan tersaji, hanya terdengar suara kayungan perahu. karena lebatnya hutan magrove ini, sampai menghalangi sinar matahi masuk. Air yang keruh sedalm 0,5 meter banyak terdapat ikan yang seukuran jari tengah atau penduduk sekitar menyebutnya ikan baracuda. jangan lupa abadikan lewat camera atau smartphone anda. Setelah lama mengelilingi hutan bakau anda balik lagi ke perairan dangkal selat Badung.

Hutan mangrove di Nusa Penida memiliki luas sekitar 239 hektar. Hutan mangrove ini dengan 13 spesies yang berbeda memiliki potensi untuk memberikan penghasilan yang cukup bagi penduduk desa setempat. Hutan mangrove, telah ditunjuk sebagai salah satu Konservasi Air Nusa Penida Area (KKP). Dengan demikian dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Desa setempat dapat bekerja sama dengan instansi terkait dan akan dimasukkan ke dalam biaya pengelolaan situs ini. “Untuk meningkatkan dan mempercantik daerah ini, mungkin ada beberapa fitur tambahan yang diciptakan, seperti jalur jogging bagi pengunjung.

Kita bisa membayangkan bahwa jika hutan mangrove yang luas ini dapat dikelola dengan baik, hal itu akan mendatangkan penghasilan yang cukup besar dan manfaat bagi daerah pedesaan sekitar nusa Lembongan dan Jungkut Batu.