Home Article Wisata di Bali Desa Traditional Penglipuran Bangli

Desa Traditional Penglipuran Bangli

498
0
SHARE

Desa Penglipuran adalah pedesaan tradisional memiliki karakteristik unik hidup, bersosialisasi dan budaya. Hal ini terletak di Kubu Desa,Kecamatan Bangli dan Kabupaten Bangli. 

Sifat alami dan lingkungan pedesaan yang menunjuk sentuhan sedikit sekali pengaruh modernisasi.

Pedesaan ini didukung oleh suasana yang sejuk karena terletak di tanah tinggi sekitar 700 m di atas permukaan laut dan menurut sejarah semua sesepuh tua yang pedesaan ini diambil dari kata Pengeling Pura yang artinya ingat untuk leluhur, tapi ada juga mengatakan bahwa kata penglipur berarti penghibur. Dikatakan bahwa pada mantan era kerajaan, semua raja sering menggunakan kawasan ini sebagai tempat untuk menghibur diri, karena sifatnya yang indah dan dapat memberikan kedamaian dan inspirasi pada saat mengalami masalah.

Dikelilingi Desa Penglipuran adalah Desa Khayan, Desa Gunaksa, Desa Kubu dan Desa Ceking. Desa yang terdiri dari satu desa dan desa kecil, administratif sangat mudah untuk menyesuaikan. Jumlah desa dan desa kecil adalah sama. Nama desa Penglipuran menurut mitologi dari orang-orang tua dari desa Penglipuran camed dari “Pengeling Pura” (ingat dengan candi), itu berarti bahwa ingat dengan leluhur. Mitologi ini terhubung dengan gerakan leluhur mereka dari Bayung Gede vilage di Kintamani Area ke desa Penglipuran.

Untuk menghormati leluhur mereka di Bayung Gede itu sebabnya di Desa Penglipuran juga dibangun jenis yang sama dari kuil seperti: Pura Bale Agung, Pura Puseh, Pura Dalem dan Pura Dukuh. The untul empat candi sekarang masih menghormati oleh penduduk desa. Rasa memiliki dan mereka menghormati leluhur adalah makna dari empat candi yang mereka bangun.

Monument Pahlawan Penglipuran 

Peringatan ini terletak di bagian selatan dari Desa Penglipuran meliputi daerah seluas 1,5 hektare dengan gaya Bali. Its Curayudha Hall adalah tempat untuk kegiatan tertentu, yang dilengkapi dengan area parkir. Memorial dibangun pada tahun 1959, didedikasikan untuk perang revolusi di Bangli yang dipimpin oleh Kapten Anak Agung udita dengan pasukannya. Monumen ini bertujuan untuk mengingatkan orang dari perjuangan Kapten Anak Agung Anom Muditha dan pasukannya yang mati dalam menghadapi NICA (Belanda).

Address: Jalan Penglipuran, Kecamatan Bangli, Bangli, Bali