SHARE

Jika Anda melakukan perjalanan dari Denpasar ke Kintamani (Bangli), Kerthagosa (Klungkung) atau ke Taman Ujung (Karangasem), Anda pasti akan melewati Desa Batubulan. Ini merupakan desa wisata yang awalnya dikenal sebagai desa pertanian.

Sekarang desa Batubulan kaya akan seni, seperti patung, seni tari dan musik gamelan. Desa Batubulan ciri khas patungmya memiliki gaya yang khas dan sangat dipengaruhi oleh struktur masyarakat setempat.

Desa Batubulan adalah pintu gerbang ke kota Gianyar yang menghubungkan Kota Denpasar dengan bagian Timur dari Bali. Ini adalah sekitar 10 km dari kota Denpasar dan mudah dicapai dengan mobil atau sepeda motor. Ketika Anda melintas di sepanjang jalan desa, di sisi kanan-kiri Anda akan menemukan banyak toko-toko memajang berbagai macam patung batu seperti patung-patung dewa, dewi, Buddha, Ganesha, dan motif seni modern.Hampir semua penduduk desa ini memiliki keahlian seni. Membuat patung batu telah menjadi mata pencaharian utama bagi penduduk setempat, serta tarian Barong dan Kecak. Selain yang dibeli oleh masyarakat setempat untuk rumah dan dekorasi taman, patung-patung yang dihasilkan juga dibeli oleh hotel dan diekspor. Sekarang, kegiatan patung kerajinan juga sudah tersebar di sekitar Desa Batubulan

Selain terkenal karena pusat kerajinan patung batu, Desa Batubulan juga merupakan tempat terkenal untuk pememtasan Tarian Barong yang diselenggarakan setiap pagi pukul 9.30 pagi waktu setempat dan Tari Kecak di 6:30 berlangsung selama satu jam. Tari Barong menggambarkan pertempuran kebajikan dan kejahatan, dengan iringan musik gamelan Semar Pegulingan. Desa Btubulan berbatasan langsung dengan Desa Celuk yang terkenal dengan kerajinan peraknya, jika anda ke arah timur lagi, disana ada Pasar Seni Sukawati yang menjual lukisan dan souvenir yang murah meriah. Wisata anda pasti menyenangkan karena melewati banyak desa yang memiliki ciri khas tersendiri…