SHARE

Kabupaten Buleleng dikenal sebagai daerah di Bali yang banyak menyimpan potensi pariwisata alam air terjun (water fall). Sebut saja air terjun Gitgit, Kecamatan Sukasada yang sudah begitu banyak dikenal di dunia pariwisata. Di tengah perkembangan industri pariwisata di Buleleng, kini muncul potensi obyek wisata air terjun di Bali Utara yang tidak kalah menarik. Obyek wisata itu adalah air terjun Melanting di Kecamatan Banjar.

Sejak diperkenalkan melalui upaya promosi yang terbatas, obyek ini memiliki kelas pengunjung khusus. Pengunjung itu adalah wisatawan asal Eropa atau tepatnya dari negara Francis yang notabene suka dengan paket wisata tracking. Wisatawan dari negara ini memilih berkunjung ke obyek air terjun Melanting bukan hanya ingin mencari suasana pemandangan air terjun saja, tetapi juga mencari suasana agro tourism pedesaan terutama di Desa Munduk.

Pemandangan alam yang masih alami dan sistem pertanian yang masih tradisional, dan potensi kesenian seakan menjadi sebuah magnet untuk menarik wisatawan berkunjung di obyek ini. Obyek wisata air terjun Melanting secara tofografi terletak di perbatasan antara Desa Gobleg dengan Desa Munduk Kecamatan Banjar. Untuk menjangkau obyek ini wisatwan bisa datang dari kawasan wisata Lovina dengan menempuh perjalanan darat sekitar 30 kilometer ke arah selatan.

Selain itu, wisatawan bisa juga menjangkau dari Denpasar dengan menempuh perjalanan darat sekitar satu setengah jam. Aliran air dari rembesan danau kembar (Danau Buyan dan Tamblingan) di sebelah selatannya mengalir deras di sungai yang melintasi dua desa bertetangga ini. Air terjun pertama dengan ketingian pancuran airnya setinggi sekitar 30 meter. Sedangkan, air terjun kedua lokasinya tak jauh dari lokasi air terjun pertama.

Saat ini, tiket masuk ke obyek ini ditetapkan Rp 5.000 tiap orang dan anak anak Rp 2000. Dari catatan yang ada, jika musim liburan tingkat kunjungan wisatawan ke obyek ini mencapai hingga 300 orang setiap hari. Namun, jika situasi musim sepi, paling banyak wisatawna yang berkunjung sebanyak 50 orang setiap harinya.

Sementara, terkait dukungan fasilitas, utamanya sarana keamanan bagi pengunjung, kata Ardana, akses jalan ke obyek ini sudah terpelihara dengan sangat baik. Hal ini karena jalan menuju ke lokasi obyek juga difungsikan bagi masyarakat petani untuk ke kebun atau ke sawah, sehingga jalannya terpelihara dengan sangat baik. Demikian pula di loaksi obyek secara rutin pihak pengelola melakuan pemeliharaan dan penataan dengan tetap mempertahankan kondisi aslinya.

Hal ini seperti penambahan tempat untuk beristirahat dan kios bagi pedang asongan yang menjajagakan souvenir atau minuman ringan dibuatkan tempat khusus. Dengan demikian, merasa sangat nyaman dan puas dalam menikmati suasana pemandangan alam air terjun Melanting. “Jalan sudah sangat bagus karena juga difungsikan oleh subak.

Obyek ini banyak disukai oleh wisatawan asal Eropa atau tepatnya dari negara Francis. Wisatawan dari negara ini tidak hanya mencari pemandangan air terjun saja, namun ingin mencari suasana alam pedesaan yang masih asri.

Tak heran, sejak Desa Munduk menjadi desa wisata, banyak pengelola akomodasi pariwisata di desanya membuka paket wisata alam dengan sasaran utama berkunjung ke obyek air terjun Melanting.

SHARE
Previous articleJasa Sewa Motor di Bali Terbaik
Hanya Hobi menulis menyalurkan hayalan hayalan yang terbenam di benak ini, terima kasih sudah membaca, mohon maaf jika ada salah penulisan kata kata WhatsApp : 08761545410